Jakarta , source: Bertanyanews.com
Dekelarasi Gerakan Kasih Pendeta dan Pengusaha Indonesia (GERKAPPINDO) yang dilaksanakan pada senin 18 febuari 2019 di Gedung GPdI Bethlehem, Kelapa Gading, Jakarta utara. Acara dihadiri Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Prof. Dr. Thomas Penturi dan para pengusaha. Hadir juga Pengurus Pusat sampai tingkat Cabang dari tiga Provinsi yaitu Banten, Jakarta dan Jawa Barat.

Dalam sambutannya Prof Dr Thomas Penturi menyampaikan bahwa kita punya problem yang tidak beda dalam kehidupan kekristenan ini dan harus digumuli semua baik pendeta, pengusaha atau siapa saja untuk tetap selalu ingat Tuhan. Karena itu Thomas mengajak untuk menghayati firman dari Kolose 3:20 yang berkata, “Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah seolah-seolah seperti untuk Tuhan,” pesannya.

Sementara Pdt Rudy MR Tulenan selaku Sekertaris umum GERKAPPINDO mengatakan bahwa berdirinya lembaga ini diinisiasi oleh Pendeta, termasuk dirinya, serta beberapa Pengusaha dan mempunyai program jangka pendek serta jangka panjang. Program ini bekerja dimulai dari daerah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Selanjutnya, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dikhususkan untuk membantu Gembala Sidang yang yang berkekurangan. “Bila nanti izin sudah keluar dari Menkumhan kami akan membentuk kepengurusan sampai tingkat Kelurahan atau Desa diseluruh Indonesia sehingga bisa membantu dalam pelayanan di gereja,” paparnya.

Waketum Dr. Gunadi Gunawan M.Th dalam paparan visi-misi menyampaikan Gerkappindo mempunyai gerakan untuk mensejaterahkan para Gembala yang marginal. Mereka yang hanya mempunyai jemaat 50 orang ke bawah, sehingga secara dana tidak cukup.

Adapun program tersebut, pertama, melalui pembinaan sumber daya manusia, dengan meningkatkan leadership nilai-nilai kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang visioner, unggul, berpengaruh dan kepemimpinan yang dibentuk sehingga gerejanya besar.

Yang kedua adalah meningkatkan komunitas dengan memberikan batuan hukum sebab undang-undang dasar mengatakan menjamin kebebasan beragama bagi warga negara.contohnya bila ada gereja yang ditutup atau yang dipersulit dalam perizinannya bisa minta bantuan hukum.karena disini ada bantuan hukum dengan tidak dipungut biaya.

Selanjutnya ketiga mensupport gembala yang kecil dengan bantuan dana, agar kegunaan dana tersebut untuk pertumbuhan gerejannya dengan menjalankan misinya dengan baik. “Itulah tiga tujuan utama dalam visi-misi kami,” jelas Gunadi.

Sedangkan Ketua Harian Abraham Lumintang mengatakan program ini untuk mensejahterakan pelayan Tuhan, Sebenarnya bantuan yang didapat banyak terbelengkalai, apalagi terutama GPdI didaerah banyak hidup sendiri tak ada bantuan yang bisa menunjang pelayanan, oleh karena itu kami para pengusaha mendukung pekerjaan Tuhan diteruskan agar lebih mudah. Tetapi bukan menolong pendeta untuk lepas dari kemiskinan.

“Intinya kami menolong agar pelayanannya lebih efektif. Contoh para pengusaha membantu untuk bertenak ayam. Diharapkan hasil dari pertenakan itu bisa menjadi modal untuk membantu dalam pelayanan mereka. Juga tidak tertutup untuk jadi pengusaha dari pendeta dan itu banyak kok sudah sukses di luar negeri,” pungkasnya.